Ayo Cari!

Selasa, 11 Juni 2013

Sejarah Singkat Bahasa Indonesia

1. Abad ke-7
    Bahasa Melayu dengan huruf Pallawa; dalam prasasti teruta masa kerajaan Sriwijaya

2. Abad ke-13 s.d 19
    Bahasa Melayu; huruf Arab (tulisan Jawi);

3. Ejaan latin untuk bahasa mulai ditulis oleh Pigafetta, selanjutnya oleh de Houtman, Casper Wiltens,Sebastiunus Dancaert, dan Joannes Roman.

4. Tahun 1901
    Ditetapkannya Ejaan Van Ophuijsen:
    boekoe, ma'lum, 'adil, mulai, masalah, tida', pende'

5.  28 Oktober 1928
    Kongres Pemuda; Sumpah Pemuda: Bahasa Indonesia

6. 1938:
    Kongres Bahasa Indonesia pertama di Solo.

7. 1942:
    masa Jepang; pelarangan Bahasa Belanda; dampak positif BI.

8. 18 Agustus 1945:
   Penetapan UUD 1945; "Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia" pasal 36.

9. 1947:
    Ejaan Soewandi atau Ejaan Republik.
    Ejaan Soewandi: buku, maklum, adil, mulai, masalah, tidak, pendek.

10. 1954:
    Kongres Bahasa Indonesia II di Medan . Menteri Pendidikan dan Budaya, Mr. Muh Yamin)
    Hasilnya:
1) Ejaan sedapat-dapatnya menggambarkan satu fonem dengan satu huruf;
2) Penetapan ejaan hendaknya dilakukan oleh satu badan yang kompeten;
3) Ejaan itu hendaknya praktis tetapi ilmiah.

11. 1956:
    Kongres Bahasa Indonesia III di Singapura (1956) yang menghasilkan suatu resolusi untuk menyatukan ejaan Bahasa Melayu di Semenanjung Melayu dengan ejaan Bahasa Indonesia di Indonesia. Dihasilkan ejaan Melindo (Ejaan Melayu-Indonesia).

12. 1962:
      Mengalami kegagalan peresmian Melindo karena adanya konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia.

13. 1966
     Lembaga Bahasa dan Kesusastraan (LBK) membentuk panitia, diketuai oleh Anton M. Moeliono & mengusulkan konsep baru sebagai ganti konsep Melindo

14. 1972
    Setelah melalui beberapa kali seminar, akhirnya konsep LBK menjadi konsep bersama Indonesia-Malaysia yang seterusnya menjadi Sistem Ejaan Baru yang disebut EYD. Mashuri (MENDIKBUD).

15. 1975
     Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan

 Ada empat ejaan yang sudah diresmikan pemakaiannya yaitu:
 1. Ejaan Van Ophuijsen (1901)
 2. Ejaan Soewandi (1947)
 3. Ejaan Yang Disempurnakan (1972)
 4. Pedoman Umum EYD (1975)

Sistem Ejaan yang belum atau tidak sempat diresmikan oleh pemerintah adalah :
1. Ejaan Pembaharuan (1957)
2. Ejaan Melindo (1959)
3. Ejaan LBK (1966)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar