Ayo Cari!

Senin, 29 April 2013

Bilingual


  • 1.      Pengertian Bilingual

Bilingual adalah teks dwibahasa yang isinya sama. Adapun yang disebut Bilingual Individu adalah seseorang yang berbicara dua bahasa. 

  • 2.      Bilingualisme pada Individu 

Jika kita bertanya pada seseorang mengenai bilingualismenya, kita tidak akan mendapatkan satu persoalan tetapi lebih dari satu persoalan.
Pertama, Ada perbedaan antara kemampuan dalam berbahasa dan penggunaan bahasa. Seseorang memungkinkan bisa berbicara dua bahasa, tetapi cenderung berbicara hanya satu bahasa. Kalau tidak, seseorang mungkin teratur berbicara dua bahasa tetapi terputus-putus dalam satu bahasa. Kemampuan seseorang atau kecakapan seseorang dalam dua bahasa memungkinkan terpisah dari penggunaan dua bahasa itu. Hal ini dimaksud sebagai perbedaan antara derajat (kecakapan atau kompetensi dalam bahasa) dan fungsi (penggunaan dua bahasa secara aktual).

Kedua, Kecakapan seseorang dalam sebuah bahasa bisa bervariasi di keterampilan berbahasa, yaitu speaking, listening, reading dan writing. Seseorang mungkin menggunakan satu bahasa untuk percakapan dan lancar berbicara dalam bahasa itu. Akan tetapi, dia beralih ke bahasa lain untuk membaca dan menulis. Orang lain mungkin mengerti bahasa kedua dengan baik dalam bentuk lisan dan tertulis, tetapi mungkin tidak bisa berbicara atau menulis dengan baik. Orang seperti itu bisa dikatakan kompetensi reseptif atau pasif dalam bahasa kedua.
Persoalan-persoalan tersebut menunjukkan seberapa sukar dibuat pengertian singkat dari bilingual individu/seseorang. Persoalan itu juga menunjukkan banyak derajat dari bilingualisme yang ada, terkadang bermacam-macam pada seseorang dari waktu ke waktu.

  • 3.      Bilingualisme pada Masyarakat.

Bilingualisme ada sebagai kepemilikan perorangan. Bilingualisme juga memungkinkan membicarakan tentang bilingualisme sebagai karakteristik dari sebuah kelompok atau komunitas masyarakat. Bilingual dan multilingual sebagian besar sering terdapat dalam kelompok, komunitas atau wilayah tertentu.
Beberapa psikologis dan edukasionis khususnya tertarik dalam bilingualisme karena bilingualisme terdapat pada seseorang. Pakar geografi, ilmuwan politik, psikologis sosial dan pembuat kebijakan tertarik pada bilingualisme karena bilingualisme terdapat pada masyarakat. Ketika perbedaan sangat penting, hubungan antara bilingualisme individu dan bilingualisme masyarakat semakin banyak.

  • ·         Keuntungan dan Kerugian Bilingualisme.

A.    Keuntungan
1.      Keuntungan Komunikasi
·         Hubungan Komunitas
o   Kemampuan bilingual mempunyai peluang berkomunikasi dengan macam-macam orang lebih luas daripada monolingual. Anak dengan kemampuan bilingual akan bisa berkomunikasi dalam komunitas yang lebih luas dan dengan sekolah atau tetangga tanpa masalah.
·         Komunikasi Internasional
o   Salah satu pembatas antara negara dan kelompok kesukuan cendeung adalah bahasa. Bahasa kadang-kadang menjadi pembatas untuk berkomunikasi dan pembatas untuk membuat hubungan persahabatan dan saling menghormati. Bilingual di lingkungan tempat tinggal, komunitas, dan masyarakat mempunyai potensi untuk mengurangi pembatas tersebut. Bilingual bisa dijadikan sebagai jembatan untuk keluarga dalam dan luar, dalam komunitas dan masyarakat.
·         Sensitivitas Bahasa.
o   Beralih antara kedua bahasa bisa menyebabkan sensitivitas lebih dalam berkomunikasi. Sebab bilingual terus-menerus memantau bahasa manakah yang digunakan dalam situasi yang berbeda. Kedua bahasa bisa selaras untuk kebutuhan komunikasi siapa saja yang berbicara.

2.      Keuntungan Budaya
Keuntungan lain dari bilingualisme adalah mempunyai dua atau lebih dunia pengalaman. Bilingualisme menyediakan kesempatan untuk berpengalaman dalam dua atau lebih kebudayaan. Monolingual bisa mengalami macam-macam budaya, misalnya dari tetangga dan komunitas yang berbeda yang menggunakan bahasa yang sama tetapi mempunyai jalan hidup yang beda. Monolingual juga bisa menjelajah negara tetangga dan mengalami budaya lain sebagai orang yang hanya melihat saja. Tetapi untuk menembus budaya yag berbeda dibutuhkan bahasa dari budaya itu sendiri. Untuk ikut serta dan terlibat dalam inti budaya itu membutuhkan pengetahuan bahasa dari budaya itu.
3.      Keuntungan Kognitif

Terlepas dari sosial, budaya, ekonomi, hubungan pribadi dan keuntungan komunikasi, penelitian menunjukkan bahwa bilingualisme mempunyai keuntungan dalam berpikir. Keuntungan yang memungkinkan terbentang dari berpikir kreatif,  proses pengembangan kognitif yang lebih cepat dan sensitivitas besar dalam komunikasi. Contohnya, bilingual mempunyai dua atau lebih kata untuk masing-masing objek atau gagasan. Ini berarti hubungan antara suatu kata dan konsepnya lebih longgar. Kadang-kadang kesesuaian kata dalam berbeda bahasa mempunyai konotasi yang berbeda

B.     Kerugian

Hal  ini bisa saja salah dan menyesatkan bahwa tidak ada kerugian pada bilingualisme. Beberapa contoh kasus, kedua individu dan sosial, bisa saja disifatkan salah untuk bilingualisme. Ketika seorang anak mempunyai masalah berbahasa (seperti berbicara lambat) atau masalah kepribadian (seperti kurang menghargai diri atau pihatin dengan diri sendiri), bilingualisme terkadang disalahkan. Masalah seperti kerusuhan sosial bisa jadi tidak adil disebabkan oleh kehadiran dua bahasa dalam suatu komunitas.
Kegagalan pendidikan bisa juga dengan salah disebabkan oleh bilingualisme. Misalnya seorang anak kurang sukses di sekolah, orangtua atau guru dari anak yang monolingual akan menyalahkan karena motivasi, kecerdasan, kepribadian dari anak itu atau gara-gara sekolah itu sendiri. Orangtua dari anak yang bilingual bisa saja berpikir bahwa penyebabnya adalah bilingualisme dari anak itu. Akan tetapi, sebenarnya bilingualisme itu sendiri tidak menyebabkan kegagalan pendidikan.

Referensi:



  1. Baker, C.R. dan Jones, S.P. (1998). Encyclopedia of Bilingualism and Bilingual Education. UK: Multilingual Matters.
  2. id.wikipedia.org/bilingual 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar