- 1. Pengertian Bilingual
Bilingual adalah teks dwibahasa yang isinya sama.
Adapun yang disebut Bilingual Individu adalah seseorang yang berbicara dua
bahasa.
- 2. Bilingualisme pada Individu
Jika kita bertanya pada seseorang mengenai
bilingualismenya, kita tidak akan mendapatkan satu persoalan tetapi lebih dari satu
persoalan.
Pertama, Ada perbedaan antara kemampuan dalam
berbahasa dan penggunaan bahasa. Seseorang memungkinkan bisa berbicara dua
bahasa, tetapi cenderung berbicara hanya satu bahasa. Kalau tidak, seseorang
mungkin teratur berbicara dua bahasa tetapi terputus-putus dalam satu bahasa.
Kemampuan seseorang atau kecakapan seseorang dalam dua bahasa memungkinkan terpisah
dari penggunaan dua bahasa itu. Hal ini dimaksud sebagai perbedaan antara
derajat (kecakapan atau kompetensi dalam bahasa) dan fungsi (penggunaan dua
bahasa secara aktual).
Kedua, Kecakapan seseorang dalam sebuah bahasa bisa
bervariasi di keterampilan berbahasa, yaitu speaking,
listening, reading dan writing.
Seseorang mungkin menggunakan satu bahasa untuk percakapan dan lancar berbicara
dalam bahasa itu. Akan tetapi, dia beralih ke bahasa lain untuk membaca dan
menulis. Orang lain mungkin mengerti bahasa kedua dengan baik dalam bentuk
lisan dan tertulis, tetapi mungkin tidak bisa berbicara atau menulis dengan
baik. Orang seperti itu bisa dikatakan kompetensi reseptif atau pasif dalam
bahasa kedua.
Persoalan-persoalan tersebut menunjukkan seberapa
sukar dibuat pengertian singkat dari bilingual individu/seseorang. Persoalan
itu juga menunjukkan banyak derajat dari bilingualisme yang ada, terkadang
bermacam-macam pada seseorang dari waktu ke waktu.
- 3. Bilingualisme pada Masyarakat.
Bilingualisme ada sebagai kepemilikan perorangan.
Bilingualisme juga memungkinkan membicarakan tentang bilingualisme sebagai
karakteristik dari sebuah kelompok atau komunitas masyarakat. Bilingual dan
multilingual sebagian besar sering terdapat dalam kelompok, komunitas atau
wilayah tertentu.
Beberapa psikologis dan edukasionis khususnya
tertarik dalam bilingualisme karena bilingualisme terdapat pada seseorang.
Pakar geografi, ilmuwan politik, psikologis sosial dan pembuat kebijakan
tertarik pada bilingualisme karena bilingualisme terdapat pada masyarakat. Ketika
perbedaan sangat penting, hubungan antara bilingualisme individu dan
bilingualisme masyarakat semakin banyak.
- · Keuntungan dan Kerugian Bilingualisme.
A.
Keuntungan
1.
Keuntungan
Komunikasi
·
Hubungan Komunitas
o Kemampuan bilingual mempunyai peluang berkomunikasi
dengan macam-macam orang lebih luas daripada monolingual. Anak dengan kemampuan
bilingual akan bisa berkomunikasi dalam komunitas yang lebih luas dan dengan
sekolah atau tetangga tanpa masalah.
·
Komunikasi
Internasional
o Salah satu pembatas antara negara dan kelompok
kesukuan cendeung adalah bahasa. Bahasa kadang-kadang menjadi pembatas untuk
berkomunikasi dan pembatas untuk membuat hubungan persahabatan dan saling
menghormati. Bilingual di lingkungan tempat tinggal, komunitas, dan masyarakat
mempunyai potensi untuk mengurangi pembatas tersebut. Bilingual bisa dijadikan
sebagai jembatan untuk keluarga dalam dan luar, dalam komunitas dan masyarakat.
·
Sensitivitas
Bahasa.
o Beralih antara kedua bahasa bisa menyebabkan
sensitivitas lebih dalam berkomunikasi. Sebab bilingual terus-menerus memantau
bahasa manakah yang digunakan dalam situasi yang berbeda. Kedua bahasa bisa
selaras untuk kebutuhan komunikasi siapa saja yang berbicara.
2.
Keuntungan
Budaya
Keuntungan lain dari bilingualisme
adalah mempunyai dua atau lebih dunia pengalaman. Bilingualisme menyediakan
kesempatan untuk berpengalaman dalam dua atau lebih kebudayaan. Monolingual
bisa mengalami macam-macam budaya, misalnya dari tetangga dan komunitas yang
berbeda yang menggunakan bahasa yang sama tetapi mempunyai jalan hidup yang
beda. Monolingual juga bisa menjelajah negara tetangga dan mengalami budaya
lain sebagai orang yang hanya melihat saja. Tetapi untuk menembus budaya yag
berbeda dibutuhkan bahasa dari budaya itu sendiri. Untuk ikut serta dan
terlibat dalam inti budaya itu membutuhkan pengetahuan bahasa dari budaya itu.
3.
Keuntungan
Kognitif
Terlepas
dari sosial, budaya, ekonomi, hubungan pribadi dan keuntungan komunikasi,
penelitian menunjukkan bahwa bilingualisme mempunyai keuntungan dalam berpikir.
Keuntungan yang memungkinkan terbentang dari berpikir kreatif, proses pengembangan kognitif yang lebih cepat
dan sensitivitas besar dalam komunikasi. Contohnya, bilingual mempunyai dua
atau lebih kata untuk masing-masing objek atau gagasan. Ini berarti hubungan
antara suatu kata dan konsepnya lebih longgar. Kadang-kadang kesesuaian kata
dalam berbeda bahasa mempunyai konotasi yang berbeda
B.
Kerugian
Hal ini bisa
saja salah dan menyesatkan bahwa tidak ada kerugian pada bilingualisme.
Beberapa contoh kasus, kedua individu dan sosial, bisa saja disifatkan salah
untuk bilingualisme. Ketika seorang anak mempunyai masalah berbahasa (seperti berbicara
lambat) atau masalah kepribadian (seperti kurang menghargai diri atau pihatin
dengan diri sendiri), bilingualisme terkadang disalahkan. Masalah seperti
kerusuhan sosial bisa jadi tidak adil disebabkan oleh kehadiran dua bahasa
dalam suatu komunitas.
Kegagalan pendidikan bisa juga dengan salah
disebabkan oleh bilingualisme. Misalnya seorang anak kurang sukses di sekolah,
orangtua atau guru dari anak yang monolingual akan menyalahkan karena motivasi,
kecerdasan, kepribadian dari anak itu atau gara-gara sekolah itu sendiri.
Orangtua dari anak yang bilingual bisa saja berpikir bahwa penyebabnya adalah
bilingualisme dari anak itu. Akan tetapi, sebenarnya bilingualisme itu sendiri
tidak menyebabkan kegagalan pendidikan.
Referensi:
- Baker, C.R. dan Jones, S.P. (1998). Encyclopedia of Bilingualism and Bilingual Education. UK: Multilingual Matters.
- id.wikipedia.org/bilingual
Tidak ada komentar:
Posting Komentar